JALAN BESTARI

Image
--- Bagaimana pesan-pesan yang disimpan selama ini terus saja dikeletuskan dalam jiwa yang terdalam. Bagaimana pula suara-suara ritmis terus saja dipelikkan dan ditandukkan dalam atap yang tak terendam oleh sisi gelap dan terang. Apakah kita harus memesan jalan, atau kebestarian yang harus lestari hingga abadi? --- DETIK DEMI DETIK 1/ Hisaplah rokokmu yang tersisa dari pelarian Jangan sampai kau sesakkan nadi-nadi yang selalu setia padamu. Jangan lagi kembali mengorek dan mengoyaknya biarkan melepuh dan tempakan pada langit Sanggakan saja, pilu dan pelikmu. 2/ Kau berkobar lagi Membalas satu per satu api yang menjadi-jadi Kau balas dengam anarkis seperti mereka yang tak kenal manusiawi Kau berontak lagi, lebih menyeramkan dari gumpalan api yang menyerbu pilu Tanpa nama yang tak pernah terlewatkan, tuntas dan lunas sudah. 3/ Raib, terkenang Rapi, terkesima Redup, merengkuh Runtuh, mengabadi Sampai sedikit, terbanyak tak tentu Sampai sejalan, tak meratap dan merayap Sampai akhirnya, tiba...

DERMAGA - ARIF SANTOSO


DERMAGA

Berulang kali aku berucap,
kusaksikan kau selalu mengacuhkanku
Padahal hanya ingin engkau tahu saja
tentangku, dan dermaga yang kita buat setahun yang lalu
Kini, kau membuat pelabuhan
kuhancurkan sendiri kapal-kapalku
sebelum pesiarmu yang megah
membonbardir seluruh dermaga dan menghanguskan dermagaku

"Mengapa kau rusak dermaga kita!?"
"Lah, kamu tak ingat dermaga untuk siapa?"
Pertanyaan itu tak kau jawab sampai sekarang,
Bajingan!

Sukabumi, 3 September 2019
Arif Santoso

Comments

Popular posts from this blog

JALAN BESTARI